Indramayu, Jabar1.net
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu kembali menuai sorotan. Untuk kedua kalinya, program tersebut diprotes oleh sejumlah orang tua murid akibat dugaan makanan yang tidak layak konsumsi.
Sebelumnya, warga sempat menemukan buah naga dalam kondisi berulat. Kini, keluhan kembali muncul setelah diduga terdapat menu makanan berupa nasi dan sayuran yang sudah basi. Kondisi ini membuat para orang tua khawatir terhadap kesehatan anak-anak mereka, karena makanan yang dibagikan kerap tidak dimakan dan berakhir dibuang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain kualitas makanan, warga juga menyoroti keterlambatan distribusi MBG yang sering kali baru diterima menjelang sore hari. Hal tersebut dinilai dapat memengaruhi kesegaran makanan yang seharusnya dikonsumsi dalam kondisi layak.
Para orang tua murid mempertanyakan pengawasan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk peran ahli gizi dalam memastikan kualitas makanan. Mereka meminta agar setiap menu yang akan dibagikan terlebih dahulu diuji atau dicicipi guna menjamin keamanan konsumsi.

Program MBG di wilayah tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Nurwasita. Kepala SPPG MBG Desa Ujungjaya, Trisna Sugiarto, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait temuan terbaru ini. Padahal, pada kejadian sebelumnya, ia sempat menyatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Saya sudah menjalankan sesuai SOP,” ujarnya saat menanggapi kasus sebelumnya.
Meski demikian, warga di sekitar dapur MBG tetap menyampaikan kekhawatiran dan mendesak agar persoalan ini diusut secara menyeluruh. Mereka menilai program dengan anggaran besar harus dijalankan secara transparan dan bertanggung jawab.
“Mohon ini diusut, Pak. Anggarannya besar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian menu basi pada hari Selasa 31 Maret 2026, tadi siang katanya yang posting didatangi dari pihak katanya jangan posting masalah mbg bila tak layak nanti bisa ruwed urusannya ini suatu ancaman bagi orang tua siswa penerima MBG. Warga juga menduga kualitas bahan makanan yang kurang segar berpotensi memicu pertumbuhan bakteri dan membahayakan kesehatan anak-anak.
Ada dugaan kurangnya pengawasan dari ahli gizi apakah sppg didesa Ujungjaya kecamatan Widasari Indramayu sudah bersertifikat resmi juga masalah Ipal limbah dan SLHS patut dipertanyakan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan, kualitas, serta transparansi dalam pengelolaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.































